—Markas Vernon

Kring!!!

Tepat pukul 15.00 bel pulang sekolah berbunyi. Namun, tidak peduli bagi Azzalea. Bahkan, sebelum bel berbunyi, ia sudah menarik tangan laki-laki yang sedang duduk sebangku bersamanya. Gala.

“lo mau kemana sih, za? Ini masih belum bel pulang sekolah” ucap Gala kesal.

“Gal, anterin gue ketemu bang dimas di markas. Ayo!

Gala terlihat sedikit menahan emosi. Bagaimana tidak, Azzalea sudah mengajaknya sebelum pukul 3. Sesuai perjanjian The Vernon. “Za, lo ke markas jam segini juga nggak bakal bisa ketemu bang dimas. Kita itu janjiannya jam 3 bukan jam 2, nih lihat jam tangan lo jarumnya masih di angka dua!” serobot Gala pada Azzalea. Laki-laki itu sekali menodongkan jam yang ada di tangan Azzalea lalu berbalik menuju kelasnya, namun tetap saja langkah itu berhenti ketika Azzalea menarik tangannya lagi meninggalkan Ruangan kelas.

“Astaghfirullah—” umpat Gala.

Di Kantin

“Za, ngapain lagi sih? Lo nggak takut apa kalau kita keciduk pak didit lagi?” celetuk Gala.

“Pak Didit mana berani marahin gue, palingan juga lo yang kena hahaha”

“Bangsat” Umpatnya lagi.

Hanya beberapa murid yang sedang menempati kantin, salah satunya Gala dan Azzalea. Sore ini mata pelajaran Bu Mida, Mereka sengaja bolos pelajaran akhir. Geografi. Azzalea sangat membenci mata pelajaran itu, padahal itu adalah pelajaran wajib bagi murid IPS.

Mereka duduk di meja bagian pojok, agar tidak terlihat guru siapapun, termasuk guru. Mereka juga sudah menyelinapkan beberapa cemilan, yang sudah pasti Azzalea paling banyak membeli.

“Gal, gue nanya dong?” tanya Azzalea bisik.

“hmm?” gumam Gala menjawab.

“Bang dimas baik nggak sih?”

“Baik. Baik banget malah.” jawab Gala sembari memungut kentang yang berjatuhan di sisi meja.

“Yakin? Ganteng nggak?” celetuk Azzalea.

“Kenapa lo, Mau gebet dia? Bang Dimas udah punya mbak Azora!”

Azzalea memanyunkan bibirnya. Padahal belum saja ia bertemu Dimas, bahkan ia belum benar-benar di terima menjadi The Vernon Girls.

“Lo ngapain sih ikutan geng motor? Lo nggak takut bunda marah, ntar gue lagi yang kena gimana?” Tanya Gala menyidang.

“Gabut aja. Udah lo nggak usah khawatir, kan resiko kita saling rasain.” balas Azzalea tenang.

“Lo nggak ada motor, Za. Gimana mau join beginian?”

“Oh, harus punya motor?”

Gala memutarkan bola matanya bingung, “ya... nggak juga.”

“Yaudah, gue sama lo aja. Gitu kok di bikin susah”

Gala menghela nafas. “Terserah lo”

Azzalea menepuk samping lengan Gala pelan. “Makasih ya, Gal. Lo emang sepupu tersayang gue, muuuaahhh” ucap Azzalea melempar ciuman jauh dengan tangan.

“Najis, Za.”

“Halah, aslinya juga seneng kan dapet kiss jauh dari cewek cakep kayak gue”

“hmmm”.

-haechiluffy